25 Tahun Sastra Jerman UNESA: Berakar dalam Budaya, Bersatu dalam Sejarah
Kecemedia.unesa.ac.id. Surabaya - Program Studi Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merayakan Dies Natalis ke-25 dengan menggelar berbagai kegiatan budaya dan seni yang melibatkan mahasiswa, dosen, alumni, hingga dosen purnatugas. Mengusung tema “Kulturgemeinschaft: Im Alltag verwurzelt, in der Geschichte vereint” atau “Komunitas Budaya: Berakar dalam Keseharian, Bersatu dalam Sejarah”, perayaan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Sastra Jerman UNESA selama seperempat abad sekaligus mempererat hubungan antarwarga akademik.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium T2 Fakultas Bahasa dan Seni UNESA tersebut menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari penampilan musik, drama berbahasa Jerman, hingga berbagai karya kreatif mahasiswa. Selain menjadi sarana hiburan, rangkaian acara ini juga menjadi wadah apresiasi seni sekaligus ruang pembelajaran yang memperkenalkan budaya dan bahasa Jerman kepada para peserta.
Ketua Pelaksana Dies Natalis Ke-25 Sastra Jerman, Anggi Cahyaning Piddin, menjelaskan bahwa tema yang diangkat menegaskan bahwa Sastra Jerman bukan sekadar program studi, melainkan sebuah komunitas budaya yang telah tumbuh dan berkembang bersama selama 25 tahun di UNESA. Menurutnya, perayaan ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Program Studi Sastra Jerman sekaligus panggung apresiasi seni bagi mahasiswa.
“Yang ingin ditekankan dari tema ini adalah sebagai bentuk syukuran kepada Prodi Sastra Jerman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi panggung apresiasi seni untuk mahasiswa sendiri serta sarana mempererat silaturahmi antar angkatan, alumni, dan dosen-dosen yang telah pensiun,” ujarnya. Ia berharap Sastra Jerman UNESA dapat terus berkembang, semakin berjaya, dan menarik lebih banyak peminat di masa mendatang.
Perayaan yang melibatkan berbagai unsur civitas akademika ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Fakultas Bahasa dan Seni UNESA. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, Syafi’ul Anam, Ph.D., mengapresiasi penyelenggaraan Dies Natalis ke-25 sebagai pencapaian penting bagi Program Studi Sastra Jerman yang telah memasuki usia matang.
Menurutnya, usia 25 tahun menunjukkan perkembangan dan kematangan program studi dalam menjalankan perannya di dunia pendidikan. Ia juga menilai tingginya antusiasme dosen, mahasiswa, alumni, serta tamu undangan menjadi bukti kuatnya rasa memiliki terhadap program studi tersebut.
“Kami dari Fakultas Bahasa dan Seni sangat mengapresiasi event yang diselenggarakan oleh S1 Sastra Jerman untuk memperingati hari lahir yang ke-25 tahun. Dengan usia yang sudah 25 tahun, tentu kami berharap prodi semakin matang, semakin kuat, dan kualitas layanan serta pembelajaran akademiknya semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pada tahun ini Program Studi Sastra Jerman juga akan menghadapi proses akreditasi nasional. Karena itu, momentum Dies Natalis diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh unsur program studi untuk bersama-sama menyukseskan agenda tersebut.
Selain menjadi ajang refleksi dan silaturahmi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para pengunjung. Berbagai penampilan yang disajikan tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan penggunaan bahasa Jerman dalam konteks seni dan budaya.
Salah satu peserta, Aida Wahyuning Sri Handayani, mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang disuguhkan. Menurutnya, keberadaan drama berbahasa Jerman menjadi pengalaman yang menarik sekaligus membantu mahasiswa dalam memahami penggunaan bahasa tersebut secara lebih nyata.
“Menurutku kegiatan Dies Natalis ini cukup seru karena banyak yang disajikan. Kita bisa menonton live musik dan drama berbahasa Jerman yang cukup membantu aku sebagai mahasiswa Sastra Jerman untuk belajar ke depannya,” katanya.
Ia juga berharap perayaan Dies Natalis pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah dengan jumlah pengunjung yang lebih banyak. Meski demikian, ia menilai pelaksanaan tahun ini sudah sangat baik dan patut diapresiasi. Aida turut memberikan semangat kepada seluruh mahasiswa Sastra Jerman untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah dalam mempelajari bahasa asing.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-25 ini, Program Studi Sastra Jerman UNESA diharapkan terus berkembang dan semakin kuat dalam menjaga identitas akademik maupun budaya. Semangat kebersamaan yang terbangun selama perayaan menjadi modal penting untuk melahirkan generasi yang berdaya saing global serta mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
#DiesNatalisSastraJerman #SastraJermanUNESA #25TahunSastraJerman #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Penulis: Mochammad Dwiki Ramadhani
Share It On: