Cak Hasan Kembali Nahkodai PASI Jatim, Siap Rekrut Talenta Atletik untuk PON 2028 Hingga Olimpiade
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menjadi saksi sejarah bagi dunia olahraga Jawa Timur. Pada Rabu (18/2/2026), Musyawarah Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jawa Timur masa bakti 2026–2030 digelar di Auditorium Lantai 11 Gedung Rektorat UNESA. Agenda yang diikuti perwakilan pengurus PASI dari 28 kabupaten/kota se-Jawa Timur ini berlangsung khidmat dan menghasilkan keputusan monumental: Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., yang akrab disapa Cak Hasan, kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengprov PASI Jawa Timur untuk periode 2026-2030.
Keputusan ini bukan sekadar formalitas organisasi. Ia menjadi bukti kepercayaan penuh dari seluruh pengurus kabupaten/kota terhadap kepemimpinan Cak Hasan yang dinilai berhasil membawa atletik Jawa Timur ke level yang lebih kompetitif.
Musyawarah provinsi kali ini terasa istimewa dengan hadirnya Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa cabang olahraga atletik menjadi salah satu prioritas utama dalam peta pembinaan olahraga di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, M. Nabil menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pembinaan atlet. "Kita perlu melakukan perekrutan atlet cabang olahraga atletik untuk persiapan PON 2028. Jaraknya masih lumayan lama, dan itu adalah berkah. Waktu yang panjang ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan atlet-atlet atletik, apalagi peminatnya lumayan banyak. Jangan sampai kita kehilangan momentum," ujar Nabil di hadapan para peserta musyawarah.
Pernyataan ini sejalan dengan visi PASI Jatim di bawah kepemimpinan Cak Hasan: membangun fondasi yang kokoh untuk prestasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar target jangka pendek.
Pemilihan ketua dalam musyawarah berlangsung cepat dan tanpa hambatan. Seluruh perwakilan pengurus dari 28 kabupaten/kota sepakat untuk kembali menunjuk Cak Hasan sebagai nahkoda PASI Jatim hingga 2030. Keputusan aklamasi ini menunjukkan soliditas organisasi dan kepercayaan penuh terhadap program-program yang telah dan akan dijalankan.
Cak Hasan sendiri, usai ditetapkan, menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya untuk membawa atletik Jawa Timur semakin berjaya. Ia tidak hanya berbicara tentang target juara, tetapi tentang sistem pembinaan yang terencana dan berkelanjutan.
"Formula Baru" Atletik: By Design, Bukan by Accident
Dalam pidato perdananya setelah terpilih, Cak Hasan memaparkan visi besarnya untuk atletik Jawa Timur lima tahun ke depan. Ia menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pembinaan atlet.
"Atletik ke depan harus mempunyai formula baru. Semuanya harus by design, bukan by accident. Kita tidak bisa hanya mengandalkan bakat alami yang muncul begitu saja. Kita harus merancang, memetakan, dan membina secara sistematis. Mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Kita harus menyiapkan atlet-atlet bertalenta untuk berbagai turnamen: PON, Pomprov, Sea Games, Asian Games, bahkan Olimpiade," tegas Cak Hasan dengan penuh semangat.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa PASI Jatim di bawah kepemimpinannya tidak hanya berorientasi pada kejuaraan regional, tetapi juga berkontribusi pada peta prestasi nasional dan internasional.
Salah satu program unggulan yang akan terus diperkuat adalah pembinaan atlet usia dini. Cak Hasan menyadari bahwa atletik adalah cabang olahraga dasar yang menjadi fondasi bagi banyak cabang olahraga lainnya. Oleh karena itu, pembibitan atlet harus dimulai sedini mungkin, bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan pemerintah daerah.
Terpilihnya kembali Cak Hasan sebagai Ketua PASI Jatim juga menegaskan peran strategis UNESA sebagai rumah besar bagi pengembangan olahraga di Jawa Timur. Dengan fasilitas olahraga yang terus ditingkatkan dan sumber daya akademik yang mumpuni, UNESA menjadi basis ideal untuk pembinaan atletik berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga.
Beberapa program ke depan direncanakan akan melibatkan Fakultas Ilmu Olahraga UNESA dalam pendampingan sport science, termasuk aspek fisiologi, psikologi olahraga, nutrisi, hingga pemulihan cedera. Kolaborasi antara organisasi olahraga dan perguruan tinggi seperti ini menjadi model ideal pembinaan atlet modern.
Dengan kepemimpinan yang solid, dukungan penuh KONI Jatim, serta sinergi dengan akademisi, masa depan atletik Jawa Timur dipandang cerah. Target tidak hanya mempertahankan dominasi di tingkat regional, tetapi juga melahirkan atlet-atlet berkaliber nasional yang mampu bersaing di Asia bahkan dunia.
Cak Hasan menutup sambutannya dengan pesan optimisme. "Lima tahun ke depan adalah pekerjaan rumah besar. Mari kita bersama-sama membangun atletik Jatim yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi kebanggaan. Saya percaya, dengan kerja keras, kolaborasi, dan perencanaan yang matang, kita bisa melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya juara di PON, tapi juga mengharumkan nama bangsa di kancah internasional."
Musyawarah Provinsi PASI Jatim 2026 telah usai, namun perjuangan sesungguhnya baru dimulai. Dengan formula baru, pembinaan by design, dan komitmen kuat, atletik Jawa Timur siap melesat lebih jauh.
***
#MusProvPASI #CakHasan #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: