Durenan Rek Volume 3: UNESA Sulap Lapangan Atletik Jadi Surga Durian, Dukung UMKM dan Kenalkan Fasilitas Kampus
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya - Ribuan pasang mata tak kuasa menahan hasrat. Aroma khas durian yang tajam namun menggoda menyebar di seluruh penjuru Lapangan Atletika Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kampus Lidah Wetan. Bukan turnamen lari atau lempar lembing yang digelar, melainkan Festival Durian "Durenan Rek" Volume Ketiga yang berlangsung pada 13-15 Februari 2026.
Selama tiga hari, area olahraga yang biasanya sunyi oleh atlet berlatih itu berubah menjadi pusat keramaian pecinta durian. Warga Surabaya dan sekitarnya berbondong-bondong datang, menikmati berbagai varietas durian dengan harga merakyat, tanpa dipungut biaya masuk sepeser pun.
Pembukaan festival berlangsung meriah dan tidak biasa. Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., yang akrab disapa Cak Hasan, bersama jajaran pimpinan universitas melakukan seremoni "Durian Toast" memanggang durian sebagai simbol dimulainya festival. Tepuk tangan dan sorak sorai pengunjung langsung pecah saat Cak Hasan mempersilahkan pengunjung untuk mulai menyerbu tenant-tenant durian yang telah berjejer rapi.
"Ini bukan sekadar festival. Ini adalah wujud nyata UNESA sebagai mitra pembangunan ekonomi masyarakat. Kami ingin mahasiswa, dosen, dan masyarakat tidak hanya bertemu di ruang kelas, tapi juga di ruang-ruang kebahagiaan seperti ini. Dari sini, UMKM tumbuh, petani durian tersenyum, dan kampus semakin dekat dengan warganya," ujar Cak Hasan dalam sambutannya.
Festival yang mengusung tajuk "Durenan Rek" ini telah memasuki volume ketiga dan semakin membesar. Tahun ini, tak kurang dari 20 tenant durian berpartisipasi, menjual berbagai jenis durian mulai dari varietas lokal seperti durian montong, petruk, bawor, hingga durian impor. Yang membuat pengunjung betah, harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong dan masih bisa ditawar – gaya khas pasar rakyat yang tetap dipertahankan.
Ketua Pelaksana Festival, Loggar Bhilawa, S.E., M.Si., Ak., menegaskan bahwa UNESA ingin hadir bukan sekadar sebagai penonton, tetapi sebagai aktor penggerak ekonomi.
"Kami dari UNESA ingin berperan aktif dalam pengembangan UMKM yang berdampak bagi masyarakat. Festival ini adalah salah satu caranya. Kami mempertemukan petani dan penjual durian langsung dengan konsumen. Tidak ada rantai panjang yang mematikan harga petani. Hasilnya, petani senang, pembeli juga senang karena dapat harga miring," jelas Longgar.
Festival Durenan Rek Volume 3 memiliki misi terselubung yang cerdas: mengenalkan area baru UNESA kepada masyarakat umum. Lapangan Atletika yang menjadi lokasi festival merupakan salah satu fasilitas olahraga terbaru dan terbesar UNESA. Di kompleks yang sama, terdapat arena petanque berstandar internasional dan lapangan sepak bola berumput hijau yang asri.
Tak hanya durian, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hiburan. Panggung utama diisi oleh penampilan UKM Band dan Dangdut UNESA yang berhasil membuat suasana semakin meriah. Alunan musik dangdut sesekali membuat sebagian pengunjung bergoyang di sela-sela menikmati durian.
Yang tak kalah menarik, Program Studi S1 Masase UNESA turun tangan memberikan pelayanan langsung. Mereka menyediakan fasilitas pijat gratis dan konsultasi kesehatan bagi pengunjung yang kelelahan setelah berkeliling festival. Para mahasiswa masase dengan sigap melayani warga yang antre, mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah langsung kepada masyarakat.
Salah seorang pengunjung, Thobibah KhoirunNisa', tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Acaranya seru banget! Bisa makan-makan bareng teman, duriannya enak, harganya juga ramah di kantong. Apalagi ada pijat gratisnya, capek jalan langsung recovery. Tahun lalu saya datang, tahun ini makin meriah. Semoga tahun depan ada lagi, dan lebih besar!" ujarnya dengan mata berbinar.
Testimoni semacam ini menjadi bukti bahwa festival yang digagas UNESA tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga secara sosial. Ia menciptakan ruang kebersamaan yang langka di tengah hiruk-pikuk kota.
Keberhasilan Durenan Rek Volume 3 menegaskan bahwa festival ini akan menjadi agenda tahunan yang dinanti. UNESA berkomitmen untuk terus menghadirkan festival serupa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan ekonomi, khususnya UMKM, sekaligus memperkuat dampak sosial kampus bagi masyarakat sekitar.
Festival ini juga membuka mata publik bahwa UNESA serius membuka diri. Lapangan atletika yang megah, arena petanque yang jarang dimiliki kampus lain, dan lapangan sepak bola yang terawat, semuanya bisa dinikmati masyarakat. UNESA ingin berkata: kampus ini milik kita bersama.
***
#DurenanREK #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: