Mensos Gus Ipul Gelar Open House Sekolah Rakyat di UNESA, Perkuat Komitmen Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya – Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan Open House Sekolah Rakyat (SR) di Kampus UNESA Lidah Wetan, Jumat (26/6/2026). Acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan perkembangan program Sekolah Rakyat sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran yang telah berjalan hampir sebelas bulan.
Open House yang berlangsung di Gedung LPSP Kampus 2 Universitas Negeri Surabaya ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, jajaran pimpinan Universitas Negeri Surabaya, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan instansi dan lembaga terkait. Kegiatan ini menjadi ajang penyambutan bagi calon siswa beserta orang tua yang akan bergabung dalam program SR tahun ajaran baru, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai lingkungan belajar, fasilitas yang tersedia, serta sistem pembelajaran yang akan diterapkan.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa proses pembelajaran di berbagai daerah menunjukkan perkembangan yang baik, baik dari sisi pembelajaran maupun perkembangan peserta didik. Ia menilai banyak siswa Sekolah Rakyat yang menunjukkan perkembangan positif, mulai dari kedisiplinan tinggi, rasa percaya diri, hingga semangat belajar yang meningkat.
Mensos juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Universitas Negeri Surabaya yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan di Kota Surabaya. "Saya berterima kasih kepada Unesa, kepada Pak Rektor karena memberikan kesempatan sekolah rakyat rintisan tahun 2025-2026 sehingga kita bisa memulai pembelajaran untuk Sekolah Rakyat di Surabaya ini," ujar Gus Ipul. Sejak tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat rintisan di Surabaya memanfaatkan lingkungan UNESA sebagai tempat belajar sementara.
Salah satu kabar gembira yang disampaikan dalam Open House adalah progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Surabaya yang telah mencapai lebih dari 90 persen. Gedung yang berlokasi di Jalan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya ini ditargetkan dapat beroperasi pada Juli 2026.
Gedung permanen ini dirancang dengan kapasitas daya tampung mencapai lebih dari 1.000 siswa dan dilengkapi dengan laboratorium, perpustakaan, serta asrama. Setelah dipindahkan ke gedung baru, Sekolah Rakyat Surabaya tidak hanya menerima siswa baru untuk jenjang SMA, tetapi juga membuka jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.
Untuk tahun ajaran baru 2026/2027, Kota Surabaya telah menjaring 270 siswa baru dengan rincian 90 siswa untuk jenjang SD, 90 siswa untuk SMP, dan 90 siswa untuk SMA. Seluruh siswa berasal dari keluarga miskin ekstrem desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak dari keluarga kurang mampu. "Sekolah Rakyat ini adalah ikhtiar untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarganya," ungkapnya.
Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama dengan pendidikan gratis, tempat tinggal, makanan bergizi, serta pendampingan psikologis. Sistem ini mengintegrasikan kegiatan sekolah dan asrama, di mana program di asrama difokuskan pada pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian, keagamaan, public speaking, dan pelatihan bahasa asing.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran reguler maupun tes akademik. Penerimaan dilakukan melalui metode penjangkauan langsung terhadap anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, dengan instruksi tegas dari Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan seleksi bers bersih dari praktik kecurangan.
Suasana haru mewarnai jalannya acara Open House. Para siswa angkatan rintisan yang telah menempuh pendidikan selama sebelas bulan di SRMA XXI UNESA menunjukkan berbagai bakat, mulai dari pencak silat, kemampuan bahasa Arab dan Inggris, tari Remo, hingga paduan suara dan mayoret. Penampilan tersebut menjadi gambaran proses pembinaan karakter yang telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah orang tua tidak kuasa menahan air mata saat menyaksikan penampilan putra-putri mereka.
"Anak-anak sudah mulai lebih disiplin, lebih percaya diri, semangat belajarnya meningkat, pertumbuhannya bagus, kesehatannya juga makin baik. Ini semua kabar yang menggembirakan," ujar Mensos Saifullah Yusuf dalam sambutannya.
Melihat capaian tersebut, Mensos menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara berkala guna menyempurnakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan 16 titik gedung permanen dan 26 titik sekolah rintisan di Jawa Timur.
"Masih jauh dari cukup, ya. Tapi setidaknya langkah-langkah sudah kita mulai. Nanti kalau sudah berjalan, kita lihat perkembangannya. Kita akan melakukan kerja sama dengan lebih banyak pihak sehingga bisa menampung lebih banyak lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah, belum bersekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah," ujar Gus Ipul.
Melalui Open House ini, orang tua calon peserta didik juga berkesempatan melihat secara langsung lingkungan belajar serta perkembangan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang saat ini diselenggarakan di UNESA. Kolaborasi antara Kementerian Sosial dan UNESA diharapkan terus berlanjut untuk mendukung proses pembelajaran pada tahun ajaran berikutnya.
***
#SekolahRakyat #Kemensos #UNESA #GusIpul #OpenHouse #PendidikanInklusif #Surabaya #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: