Pendidikan Teknik Bangunan UNESA Selaraskan Kurikulum OBE dengan Industri dan SMK se-Jatim
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya – Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Workshop Penyelarasan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan vokasi dan industri konstruksi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung E1 Fakultas Teknik ini dihadiri oleh perwakilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), alumni, serta stakeholder industri dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi (Koorprodi) Pendidikan Teknik Bangunan, Dr. Ir. Gde Agus Yudha Prawira Adistana, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, SMK, alumni, dan dunia industri dalam merumuskan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes).
"Kurikulum tidak bisa disusun dalam ruang tertutup. Kami membutuhkan masukan langsung dari pihak yang akan menerima lulusan kami baik itu SMK sebagai mitra pendidikan, alumni yang telah terjun di dunia kerja, maupun industri yang menjadi pengguna akhir," ujar Dr. Gde Agus.
Ia menegaskan bahwa melalui kolaborasi ini, lulusan Prodi Pendidikan Teknik Bangunan diharapkan memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini maupun proyeksi ke depan. Dengan pendekatan OBE, kurikulum dirancang berdasarkan capaian pembelajaran yang terukur, sehingga setiap lulusan memiliki kualifikasi yang jelas dan siap bersaing.
Jalannya workshop dipandu oleh moderator Dr. Wahyu Dwi Mulyono, S.Pd., M.Pd., yang mengarahkan diskusi secara interaktif antara narasumber dan peserta sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari seluruh peserta.
Perwakilan dari pihak SMK menyampaikan masukan terkait kompetensi dasar yang perlu dimiliki lulusan agar siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja di bidang teknik bangunan. Mereka menekankan pentingnya penguasaan keterampilan praktis yang sesuai dengan perkembangan teknologi konstruksi terkini.
Sementara itu, para alumni berbagi pengalaman dan perspektif langsung dari dunia kerja mengenai kesesuaian antara materi perkuliahan dengan tuntutan pekerjaan yang mereka hadapi. Alumni memberikan gambaran nyata tentang kompetensi yang paling dibutuhkan di lapangan, termasuk kemampuan manajemen proyek, penguasaan perangkat lunak konstruksi, hingga pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja.
Adapun stakeholder industri turut menyampaikan gambaran kebutuhan tenaga kerja terkini di sektor konstruksi dan bangunan, termasuk tren teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), konstruksi berkelanjutan, dan standar kompetensi yang berkembang di era industri 4.0.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan berharap dapat menghasilkan kurikulum berbasis OBE yang semakin link and match dengan kebutuhan SMK, alumni, dan industri. Kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia wirausaha.
Workshop ini menjadi bukti komitmen Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan UNESA dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, UNESA optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terampil, inovatif, dan siap menjawab tantangan dunia konstruksi yang terus berkembang.
***
#UNESA #PendidikanTeknikBangunan #KurikulumOBE #Vokasi #IndustriKonstruksi #LinkAndMatch #PendidikanTinggi #SMK #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: