Pererat Komunikasi Melalui Seni Drama, UKM Teater Institut UNESA Gelar Ave Saturnus: Sebuah Refleksi Kehidupan Pasca Kiamat
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Institut Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menggelar karya peran tahunan, Etalase Muda ke-11, dengan pertunjukan bertajuk "Ave Saturnus". Pentas yang berlangsung di Graha Sawunggaling Kampus UNESA 2 Lidah Wetan ini tidak hanya menyuguhkan akting profesional, tetapi juga menyisipkan pesan tersirat tentang kehidupan setelah kiamat yang menjadi bahan diskusi lintas kalangan.
Acara yang digelar pada Sabtu (30/5/2026) malam itu sukses menarik perhatian 350 penonton, terdiri dari mahasiswa UNESA, masyarakat umum, serta undangan khusus dari UKM teater kampus lain dan komunitas teater di Surabaya. Dengan tema yang berat namun disajikan secara apik, pertunjukan ini menjadi bukti bahwa seni drama mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antarbudaya dan antargenerasi.
Tahun ini, UKM Teater Institut mengangkat tema yang tidak biasa yaitu kehidupan setelah kiamat. Judul "Ave Saturnus" dipilih sebagai metafora tentang harapan dan keputusasaan manusia di akhir zaman. Saturnus, dalam mitologi Romawi, adalah dewa waktu dan siklus. Pertunjukan ini menggambarkan bagaimana manusia berjuang memaknai eksistensi setelah dunia yang dikenal runtuh.
Imroatus, selaku Pimpinan Produksi, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan berbulan-bulan. “Kami tidak hanya fokus pada latihan akting, tetapi juga melakukan riset mendalam tentang mitologi, filosofi kiamat dalam berbagai budaya, hingga pendekatan psikologis tokoh. Hasilnya, kami sajikan dalam bentuk drama yang penuh simbol dan interpretasi terbuka,” ujarnya.
Salah satu keunggulan UKM Teater Institut adalah pendekatannya yang mengedepankan riset sebelum pementasan. Para aktor muda tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menggali latar belakang karakter, situasi sosial, dan pesan yang ingin disampaikan. Dr.Arif Hidajad S.Sn., M.Pd., selaku Pembina UKM Teater Institut, menekankan bahwa seni adalah kebutuhan tanpa ada kepentingan dalam mengekspresikan karya.
“Seni itu bebas, tetapi harus bertanggung jawab. Kami melatih para aktor untuk tidak sekedar bermain peran, tetapi menghidupkan karakter dengan segala konflik dan kedalaman emosinya. Proses riset ini penting agar penonton mendapatkan pengalaman teatrikal yang berkesan dan tidak dangkal,” tegas Arif.
Ia menambahkan, tema "Ave Saturnus" sengaja dipilih karena relevan dengan keresahan generasi muda terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, dan krisis eksistensial. “Kami ingin penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga diajak berpikir dan berdiskusi. Itulah fungsi teater: cermin masyarakat,” imbuhnya.
Antusiasme penonton terlihat dari tepuk tangan meriah di sepanjang pertunjukan. Banyak yang terhanyut dalam alur cerita dan akting para pemain yang total. Salah satu penonton, Devi Maharani, mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni, mengaku terkesan. “Saya tidak menyangka teater kampus bisa sekolosal ini. Setiap adegan terasa hidup. Pesan tentang kehidupan setelah kiamat membuat saya merenung: apa yang benar-benar penting dalam hidup?” ujarnya.
Undangan khusus dari komunitas teater "Surabaya Bergerak" juga memberikan apresiasi. Mereka menilai pementasan ini memiliki tata panggung, pencahayaan, dan tata suara yang profesional. “Kualitasnya setara dengan pertunjukan teater profesional di kota besar. Anak-anak muda UNESA punya potensi luar biasa,” kata Rizky, perwakilan komunitas.
Etalase Muda adalah agenda tahunan UKM Teater Institut yang telah berlangsung sejak 2016. Tahun ini merupakan edisi ke-11. Kegiatan ini menjadi wadah bagi aktor-aktor muda untuk menemukan koneksi antarpemain, mengeksplorasi teknik peran, dan membangun komunikasi yang efektif di atas panggung. Melalui latihan intensif dan pendampingan oleh alumni serta praktisi teater, para anggota UKM belajar tentang olah vokal, olah tubuh, improvisasi, hingga manajemen produksi.
Imroatus berharap, gelaran ini semakin menumbuhkan komunikasi yang efektif satu sama lain dan mengembangkan diri untuk selalu belajar peran. “Kami ingin setiap anggota UKM Teater Institut tidak hanya pandai berakting, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Itu modal penting untuk menjadi aktor profesional dan manusia yang lebih baik,” tutupnya.
Pertunjukan "Ave Saturnus" bukan sekadar hiburan malam, tetapi juga menjadi ruang dialog antarbudaya, antarkomunitas, dan antargenerasi. Melalui seni drama, UKM Teater Institut UNESA membuktikan bahwa seni mampu menjadi perekat komunikasi yang kuat, melampaui batasan usia, latar belakang, dan status sosial. Dengan semangat berkarya dan terus belajar, para aktor muda UNESA siap melangkah ke kancah yang lebih luas, membawa nama baik almamater sekaligus menginspirasi masyarakat.
***
#UKMTeaterInstitutUNESA #AveSaturnus #EtalaseMuda11 #SeniDrama #TeaterKampus #KomunikasiEfektif #AktorMuda #GrahaSawunggaling #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: