Rehat Sejenak dari Penat Akademik: PPIS UNESA Hadirkan Quran Journaling for Mental Health sebagai Terapi Spiritual bagi Mahasiswa
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya – Di tengah hiruk-pikuk tuntutan akademik yang kerap menguras energi fisik dan mental, Direktorat Pencegahan dan Penanganan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan kegiatan positif berbasis spiritualitas. Bertajuk "Quran Journaling for Mental Health", acara yang digelar secara gratis di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Rektorat Kampus UNESA 2 Lidah Wetan ini sukses menarik minat puluhan mahasiswa yang ingin mencari ketenangan di sela-sela kesibukan perkuliahan.
Kegiatan yang mengusung konsep unik ini dirancang sebagai respons terhadap isu strategis yang semakin marak, terutama terkait tekanan psikologis yang dialami mahasiswa. Quran Journaling bukan sekadar menulis ayat, tetapi sebuah proses merenung, memaknai, dan menuangkan refleksi hati ke dalam jurnal pribadi dengan sentuhan kreatif.
Acara dibuka dengan penjelasan komprehensif tentang pentingnya menjaga kesehatan mental melalui refleksi diri. Para mahasiswa tidak hanya diberikan teori, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan meditasi ringan untuk menjernihkan pikiran sebelum mulai menulis.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa dibekali pemahaman tentang apa itu journaling, berbagai jenis metode yang bisa diterapkan, hingga cara melakukan refleksi mendalam atas ayat-ayat suci Al-Qur'an. Mereka diajak untuk berdialog dengan diri sendiri dan Tuhan, mencari solusi atas keresahan hidup melalui inspirasi dari kitab suci.
Salah satu peserta, Amanda Putri, mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan, mengungkapkan pengalamannya. "Awalnya saya ragu apakah kegiatan ini akan membantu. Tapi ternyata setelah mencoba menuliskan perasaan dan menghubungkannya dengan ayat-ayat Al-Qur'an, saya merasa lebih lega dan mendapat perspektif baru tentang masalah yang saya hadapi," tuturnya.
Kegiatan ini secara gratis diikuti oleh sejumlah mahasiswa UNESA dari berbagai fakultas. Mereka tampak antusias menuangkan refleksi di atas kertas, menggabungkan kata-kata hati dengan kutipan ayat yang menginspirasi. Tak sedikit yang terlihat haru saat membagikan pengalaman pribadi di sesi diskusi kecil.
Menurut pemateri dalam kegiatan tersebut, jurnal spiritual berbasis Al-Qur'an dapat menjadi alat terapi yang efektif karena melibatkan aspek kognitif, emosional, dan transendental sekaligus. "Ketika seseorang merasa cemas akan nilai, takut tidak lulus, atau stress karena tugas menumpuk, seringkali ia lupa bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang bisa dijadikan sandaran. Melalui Quran Journaling, mahasiswa diajak untuk mengembalikan ketenangan dengan meresapi firman-Nya," jelasnya.
PPIS UNESA berharap kegiatan ini dapat menjadi rutinitas baru bagi mahasiswa untuk menjaga keseimbangan antara performa akademik dan stabilitas emosional. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual. Dengan begitu, mereka bisa menghadapi tekanan hidup dengan lebih bijak," ujar Prof. Mutimmatul Faidah, Direktur PPIS UNESA.
Ke depan, PPIS UNESA berencana mengadakan kegiatan serupa secara berkala, bahkan membuka sesi Quran Journaling online bagi mahasiswa yang tidak bisa hadir langsung. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen UNESA sebagai kampus yang peduli terhadap kesehatan holistik warganya.
Di akhir sesi, para peserta diajak membuat komitmen pribadi untuk meluangkan waktu setidaknya 15 menit setiap hari melakukan journaling spiritual. Mereka juga diberikan buku jurnal kecil sebagai kenang-kenangan.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari civitas akademika. Banyak yang berharap agar program seperti ini terus dilanjutkan dan bahkan dijadikan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) dalam pembinaan mahasiswa.
***
#QuranJournaling #PPISUNESA #KesehatanMental #MahasiswaSehat #Spiritualitas #MentalHealthAwareness #UNESAPeduli #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: