Suwidak Jaran: Pameran Kriya Logam Yang Angkat Tradisi dan Edukasi Generasi Muda
Kecemedia.unesa.ac.id, Sidoarjo - Perjalanan panjang dalam dunia seni menjadi sesuatu yang ingin dibagikan Dra. Indah Chrysanti Anggie, M.Sn. melalui pameran tunggal bertajuk Suwidak Jaran. Di usia ke-60, pameran ini hadir bukan sekedar sebagai perayaan, tetapi juga ruang refleksi, berbagi pengalaman, sekaligus upaya merawat seni kriya logam tradisional.
Pameran yang berlangsung di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Sidoarjo, pada 22 hingga 28 April 2026 ini menampilkan berbagai karya kriya logam berbasis teknik tradisional khas Indonesia. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai perupa yang telah lama berkecimpung di bidang seni kriya logam.
Selain aktif sebagai seniman, Chrysanti Anggie juga berperan di dunia akademik sebagai Koordinator Program Studi S1 Seni Rupa Murni, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Peran ini semakin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan serta mengenalkan seni rupa, khususnya kriya logam, kepada generasi muda.
Tema Suwidak Jaran sendiri memiliki makna yang cukup personal. “Suwidak berarti enam puluh, sesuai usia saya. Jaran itu kuda, kebetulan shio saya kuda dan berada di tahun kuda. Saya berharap di usia ini masih memiliki tenaga seperti kuda,” jelasnya.
Melalui pameran ini, ia ingin menunjukkan bahwa karya kriya logam tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan proses, teknik, serta pengetahuan tradisi yang panjang. Hal tersebut tercermin dari karya-karya yang ditampilkan, yang merupakan bagian dari perjalanan kreatifnya sejak awal mendalami seni kriya logam.
“Saya berharap bisa memperlihatkan, mengedukasi, dan merawat seni kriya logam untuk generasi muda sekarang, supaya tidak hanya tahu dari buku sejarah saja,” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini seni rupa kerap lebih dikenal melalui seni lukis, padahal kriya logam juga menjadi bagian penting dari kekayaan seni Indonesia yang memiliki karakter khas. Pameran ini pun menjadi upaya untuk membuka wawasan masyarakat agar lebih mengenal ragam praktik seni rupa secara lebih luas.
Selain sebagai ruang apresiasi, kegiatan ini juga membawa pesan kuat bagi generasi muda. Chrysanti menekankan pentingnya menjaga dan merawat teknik-teknik tradisi dalam berkarya agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Ini adalah warisan tak benda yang harus kita rawat dan jaga. Siapa lagi kalau bukan kita,” tuturnya.
Melalui Suwidak Jaran, pameran ini menjadi pengingat bahwa seni tradisi bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilainya terus hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.
#PameranSuwidakJaran #FBSUnesa #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Penulis: Mochammad Dwiki Ramadhani
Editor : Nando Pudjo
Share It On: