UKM USO UNESA Gelar "Tour Ngabuburit" di Gresik, Sajikan Alunan Religi untuk Sejukkan Hati Masyarakat
Kecemedia.unesa.ac.id, Gresik - Suasana sore di Wargul 2 New Kampret, Menganti, Gresik, berubah menjadi ruang spiritual yang memukau. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNESA Symphony Orchestra (USO) sukses menggelar konser bertajuk "Tour Ngabuburit" pada Selasa (10/3/2026), menyajikan alunan musik religi yang menyejukkan hati di bulan Ramadan.
Konser yang mengusung tema "Sejukkan Hati Melalui Alunan Religi" ini menjadi salah satu agenda penting yang diinisiasi oleh UKM USO sebagai bentuk pengabdian dan apresiasi seni kepada masyarakat. Wargul 2 New Kampret yang menjadi lokasi acara tampak dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, mahasiswa, hingga para pecinta musik orkestra.
Tour Ngabuburit merupakan rangkaian konser yang digelar di tiga kota berbeda: Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Konser di Gresik menjadi penutup dari rangkaian tour tersebut. Dibawakan dengan format instrumen orkestra yang lengkap, UKM USO berhasil menghadirkan pengalaman musikal yang berbeda di bulan suci.
Lagu-lagu religi bernuansa Islami dibawakan dengan aransemen orkestra yang megah namun tetap terasa syahdu. Alunan biola, cello, flute, dan berbagai instrumen klasik lainnya berpadu harmonis, menciptakan atmosfer yang membuat hadirin larut dalam kekhusyukan.
Harpang Yudha, Pembina UKM USO, menjelaskan bahwa konser ini dirancang untuk menjadi ruang refleksi di tengah kesibukan masyarakat menjalani ibadah puasa.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda dalam ngabuburit. Biasanya orang menunggu buka puasa dengan aktivitas biasa, kali ini kami sajikan alunan musik orkestra yang religius. Harapannya, musik ini bisa menyejukkan hati dan mengingatkan kita pada makna Ramadan yang sebenarnya," ujar Harpang Yudha.
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, konser ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Harpang menekankan bahwa semangat kolaborasi menjadi nilai utama dalam kegiatan ini.
"Ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami tidak hanya tampil, tapi juga ingin hadir di tengah-tengah warga, berbagi kebahagiaan melalui musik. Semangat kolaborasi ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman musikal yang berkesan di bulan Ramadan," tambahnya.
Antusiasme warga Gresik terlihat dari banyaknya pengunjung yang hadir. Mereka tidak hanya menikmati alunan musik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para mahasiswa, berdiskusi tentang musik, dan bahkan ada yang ikut menyumbangkan suara dalam sesi bernyanyi bersama.
Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, UKM USO juga membuka open donasi yang hasilnya digunakan untuk membeli takjil dan dibagikan kepada masyarakat sekitar menjelang waktu berbuka puasa. Inisiatif ini menambah dimensi sosial dalam kegiatan seni, membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya peduli pada estetika, tetapi juga pada kemanusiaan.
Pantauan di lokasi, panitia membagikan ratusan takjil gratis kepada pengunjung yang hadir. Senyum bahagia terpancar dari wajah warga yang menerima, menambah hangat suasana sore di bulan Ramadan.
Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., yang akrab disapa Cak Hasan, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Cak Hasan menegaskan bahwa konser orkestra bukan hanya ajang ekspresi seni, tetapi juga sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa.
"Saya sangat bangga dengan UKM USO. Mereka tidak hanya bermain musik, tetapi juga belajar banyak hal: manajemen acara, kerja tim, komunikasi dengan masyarakat, dan yang terpenting, mengasah keterampilan yang mampu menghadirkan karya berkualitas dan berdampak bagi masyarakat. Inilah esensi dari Merdeka Belajar: mahasiswa belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di tengah masyarakat," ujar Cak Hasan.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar dan semakin banyak melibatkan masyarakat. "Dengan diadakannya acara ini, semoga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya musikal sekaligus memperkuat eksistensi UNESA dalam dunia seni pertunjukan, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah," tambahnya.
Ke depannya, UKM USO berencana untuk terus menggelar tour serupa dengan jangkauan yang lebih luas, bahkan hingga ke daerah-daerah yang jarang tersentuh pertunjukan musik klasik. Dengan semangat berbagi dan mengabdi, mereka ingin membuktikan bahwa musik orkestra bukanlah milik kalangan elite, tetapi bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Tour Ngabuburit UKM USO UNESA telah usai, namun pesan yang ditinggalkan akan terus bergema. Bahwa musik bisa menjadi medium dakwah, bahwa seni bisa menjadi alat pemersatu, dan bahwa mahasiswa bisa menjadi agen perubahan yang menyejukkan, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan karya.
***
#tourngabuburit #USO #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: