UNESA, Bappenas, dan Pemkab Magetan Bersinergi, Gelar Program Penguatan Numerasi Siswa
Kecemedia.unesa.ac.id, Magetan – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui program studi dan unit kerja terkait, menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sebagai langkah implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi, UNESA berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan dalam program peningkatan kemampuan numerasi siswa.
Kolaborasi strategis lintas sektor ini diwujudkan melalui program bertajuk "Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa Kabupaten Magetan" yang dilaksanakan pada 4 hingga 23 Mei 2026 di SMP Negeri 1 Magetan. Sinergi ini merupakan langkah nyata Bappenas sebagai perwakilan pemerintah pusat, Pemkab Magetan sebagai pemerintah daerah, dan UNESA sebagai institusi pendidikan tinggi dalam merespons tantangan literasi numerasi di kalangan pelajar. Program ini juga didukung penuh oleh para pemangku kepentingan utama, yakni Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. (Rektor UNESA), Febrian Alphyanto Ruddyard, S.I.P., M.A. (Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas), serta Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd. (Bupati Magetan).
Program kolaboratif ini menjadi semakin istimewa dengan keterlibatan langsung Prof. Yohanes Surya, Ph.D. dari Gasing Academy. Beliau merupakan pakar pendidikan matematika ternama dan penemu metode pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan numerasi tanpa membuat siswa merasa terbebani.
Wakil Rektor Bidang Hukum UNESA, Prof. Dr. Bachtiar Sjaiful Bachri, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan berlandaskan pada tujuh tahapan yang sistematis dan berpusat di SMPN 1 Magetan. Lebih lanjut, beliau menyebutkan bahwa selama kurang lebih tiga minggu pelaksanaan program, target utamanya adalah membekali para pendidik dan siswa di Kabupaten Magetan dengan metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Prof. Yohanes Surya sendiri turut menambahkan bahwa metode Gasing sebagai konsep "belajar bahagia" akan didampingi oleh 13 pelatih profesional dari Gasing Academy selama 17 hari penuh.
Sementara itu, Wakil Menteri PPN sekaligus Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto, menekankan bahwa kemampuan numerasi merupakan fondasi utama bagi peningkatan prestasi akademik serta upaya strategis untuk meningkatkan skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia. "Numerasi adalah fondasi utama kemampuan akademik. Tantangannya, banyak siswa sudah merasa takut duluan dengan matematika. Metode Gasing menawarkan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, sehingga anak-anak bisa lebih mudah memahami dan tidak takut lagi," jelasnya dalam sambutan.
Bupati Magetan menambahkan bahwa program ini menjadi langkah konkrit dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sekaligus upaya menciptakan ekosistem pendidikan matematika yang lebih baik di Kabupaten Magetan.
Dengan diselenggarakannya program di Kabupaten Magetan serta terlibatnya beragam pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga daerah, UNESA secara konsisten menunjukkan perannya sebagai motor penggerak inovasi pendidikan. Program pendampingan, pelatihan metode menyenangkan, dan penguatan kapasitas guru serta siswa diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di Magetan.
***
#UNESA #PendidikanNumerasi #Bappenas #Magetan #MetodeGasing #PeningkatanSDM #InovasiPendidikan #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: