UNESA Buka Jalur Mandiri Prestasi 2026: 4 Sub-Jalur Baru, Kuota 6.500, dan Bebas Biaya bagi yang Berprestasi!
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) resmi membuka pendaftaran Jalur Mandiri Prestasi mulai 5 Mei 2026. Dalam sebuah siaran langsung di kanal YouTube dan Instagram resmi UNESA, pihak universitas memaparkan secara rinci skema penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang memberikan peluang luas bagi lulusan SMA/SMK/sederajat tahun 2024, 2025, maupun 2026.
Kepala Subdirektorat Admisi UNESA, Dr. Sukarmin, M.Pd., bersama Direktur Humas, Informasi Publik, dan Protokoler UNESA, Dr. Vinda Maya Setianingrum, S.Sos., M.A., memandu calon mahasiswa untuk memahami seluruh mekanisme. “UNESA menyiapkan 4 jalur mandiri dengan total kuota 6.500 kursi. Kami sangat menyarankan calon mahasiswa untuk segera mencoba di jalur awal karena kuota semakin sedikit ke belakang,” ujar Sukarmin.
Keempat jalur tersebut adalah:
Jalur Prestasi – kuota 30% (1.950 kursi)
Jalur Non-Test UTPK – kuota 35% (2.275 kursi)
Jalur Non-Test Rapor – kuota 25% (1.625 kursi)
Jalur TMUPK – kuota 10% (650 kursi)
Jalur prestasi menjadi yang paling detail dipaparkan karena telah dibuka sejak 5 Mei. Sukarmin menjelaskan bahwa jalur prestasi memiliki 7 sub-jalur: prestasi seni, olahraga, keagamaan, organisasi (OSIS dan kepramukaan – baru tahun ini), akademik (olimpiade mata pelajaran), dan tiket (golden/silver ticket dari UNESA).
Khusus sub-jalur keagamaan, untuk Islam dibedakan menjadi MTQ, tahfiz (minimal 10 juz), dan santri pondok pesantren. Sementara untuk agama lain (Hindu, Buddha, Protestan, Katolik), calon mahasiswa cukup melampirkan surat keterangan dari pemuka agama setempat yang menyatakan prestasi di bidang keagamaan.
Pengecualian berlaku bagi program studi di Fakultas Kedokteran. “Hanya calon mahasiswa yang mendaftar melalui sub-jalur prestasi akademik (olimpiade mata pelajaran) yang dapat memilih prodi di FK UNESA. Untuk sub-jalur lainnya, terbuka 119 prodi di luar FK,” tegas Sukarmin.
Pendaftar jalur prestasi akan menjalani dua tahap seleksi: tes tulis berbasis komputer yang dikerjakan dari rumah (diawasi kamera dan pergerakan mouse) serta tes wawancara online sesuai sub-jalur pilihan. Misalnya, pendaftar sub-jalur seni akan diuji praktik kesenian, sub-jalur tahfiz akan diuji hafalan, dan sub-jalur organisasi akan digali pengalaman kepemimpinan.
“Kami tidak ingin menyulitkan, namun kejujuran adalah kunci. Sistem kami mampu mendeteksi kecurangan,” imbuh Sukarmin.
Direktur Humas UNESA, Vinda Maya, menambahkan bahwa UNESA sangat memperhatikan aspek biaya. “UKT di UNESA tergolong terjangkau. Untuk jalur mandiri ada Iuran Pembangunan Institusi (IPI), tapi kami menyediakan berbagai model pembayaran. Hasil wawancara akan menentukan apakah calon mahasiswa mendapatkan bebas IP dan UKT, bebas IP saja, IP 50%, atau full bayar,” jelasnya.
Vinda juga mengingatkan bahwa UNESA memiliki tim survei untuk memverifikasi data ekonomi calon mahasiswa. “Jangan coba-coba memanipulasi data. Kejujuran akan membawa berkah,” pesannya.
Baik Sukarmin maupun Vinda mengajak seluruh calon mahasiswa yang belum lolos SNBP atau masih menunggu SNBT untuk tidak patah semangat. “Jalur mandiri prestasi adalah kesempatan emas. Segera daftar, siapkan sertifikat prestasimu, dan raih kursi di UNESA,” tutup Vinda.
Informasi lengkap dapat diakses di laman admisi.unesa.ac.id atau media sosial @official_unesa.
***
#UNESA #JalurMandiriPrestasi #PMBUNESA2026 #KuliahDiUNESA #BeasiswaUNESA #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: