UNESA Gelar UTBK Inklusif bagi Peserta Berkebutuhan Khusus
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif melalui penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi peserta berkebutuhan khusus. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa akses pendidikan tinggi tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, melainkan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dalam pelaksanaan UTBK tahun ini, UNESA menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan peserta difabel. Mulai dari perangkat ujian yang disesuaikan, hingga layanan pendampingan personal yang memastikan setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan optimal. Misalnya, bagi peserta tuna netra, tersedia komputer dengan perangkat pembaca layar (screen reader), sementara bagi peserta dengan hambatan fisik, ruang ujian dirancang agar lebih aksesibel.
Tidak hanya fasilitas, UNESA juga menyiapkan pendamping untuk setiap peserta berkebutuhan khusus. Pendamping ini memiliki peran penting dalam membantu peserta memahami teknis pelaksanaan ujian, tanpa mengintervensi isi jawaban. Dengan adanya pendampingan ini, peserta dapat lebih fokus mengerjakan soal tanpa harus khawatir terhadap kendala teknis yang mungkin muncul selama ujian berlangsung.
Dalam wawancara yang dilakukan di sela-sela kegiatan, Wakil Rektor bidang I UNESA, Prof. Martadi, menyampaikan UTBK bukanlah satu-satunya jalur masuk ke UNESA. Universitas juga menyediakan jalur mandiri sebagai alternatif bagi calon mahasiswa yang belum berhasil melalui UTBK atau yang belum sempat mengikuti proses pendaftaran UTBK.
“Kami tidak hanya membuka jalur UTBK. UNESA juga memiliki jalur mandiri yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa. Hal ini kami lakukan agar semakin banyak peserta yang memiliki kesempatan untuk bergabung dan menempuh pendidikan di UNESA,” tambahnya.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi banyak calon mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan akses informasi maupun kendala teknis dalam mengikuti UTBK. Dengan adanya jalur mandiri, peluang untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri tetap terbuka lebar.
Selain itu, langkah UNESA dalam menyelenggarakan UTBK inklusif juga mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung prinsip pendidikan untuk semua (education for all). Di tengah upaya global untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat beradaptasi dan memberikan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.
Para peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti UTBK di UNESA pun mengaku terbantu dengan fasilitas dan layanan yang diberikan. Mereka merasa lebih percaya diri dalam mengerjakan soal karena lingkungan ujian yang ramah dan dukungan dari pendamping yang sigap membantu. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, setiap individu memiliki potensi yang sama untuk berprestasi.
Ke depan, UNESA berencana untuk terus meningkatkan kualitas layanan inklusifnya, baik dalam proses seleksi maupun dalam kegiatan akademik di lingkungan kampus. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya ramah bagi mahasiswa difabel, tetapi juga mendorong terciptanya budaya saling menghargai dan menghormati perbedaan.
Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, UNESA tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan harapan dan kesempatan bagi semua. Penyelenggaraan UTBK bagi peserta berkebutuhan khusus ini menjadi salah satu wujud nyata bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa saja, selama ada kemauan dan dukungan yang memadai.
#UNESA #UTBK2026 #PendidikanInklusif #AksesPendidikan #DifabelBisa #KesetaraanPendidikan #KampusRamahDifabel #SNBT2026 #MasukPTN #PendidikanUntukSemua #InklusiPendidikan #MahasiswaIndonesia
Penulis : Alisa Waqifara
Editor : Nando Pudjo
Share It On: