UNESA Lakukan Pendekatan ke Dosen Muda, Mitigasi Dini Cegah Viral Isu dan Polemik Kampus
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) melakukan pendekatan dengan dosen muda untuk menjembatani permasalahan yang tidak tersalurkan. Kegiatan Adaptasi Kolega Baru (AKRAB) yang berlangsung di Lantai 11 Gedung Rektorat Kampus UNESA 2 Lidah Wetan ini menjadi langkah strategis dalam memperkecil peluang munculnya berita viral terkait keluhan atau polemik civitas akademika kampus.
Prof. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag., Direktur PPIS UNESA, membuka acara dengan memaparkan temuan berita viral terkait kampus masing-masing. Pemaparan ini menjadi bahan diskusi utama untuk meminimalisir kejadian serupa agar tidak terulang di lingkungan UNESA.
"Kami ingin para dosen baru memahami peta risiko dan pola kasus yang pernah terjadi. Dengan memahami data, mereka dapat lebih waspada dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif," ujar Prof. Mutim.
Iman Pasu Purba, S.H., M.H., selaku Kasubdit Pencegahan, Penanganan Krisis, dan Isu Strategis PPIS UNESA, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai ajang perkenalan dan pembinaan bagi para dosen baru. Kedua, sebagai percepatan mitigasi untuk meminimalisir potensi pelanggaran etika yang mungkin terjadi di kampus.
"Adaptasi kolega baru ini penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang etika dan tata kelola di lingkungan akademik. Kami ingin para dosen baru tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memahami tanggung jawab moral dan profesional mereka," jelas Iman.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, kasus kekerasan yang terjadi di UNESA mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan oleh PPIS UNESA selama ini membuahkan hasil yang positif.
Peran PPIS sebagai tempat menampung keluhan dan meniadakan niat untuk berbuat buruk dinilai sangat penting dalam ekosistem kampus. Keberadaan wadah pengaduan yang aman dan terpercaya memberikan rasa nyaman bagi civitas akademika untuk menyampaikan permasalahan tanpa takut akan konsekuensi negatif.
Kegiatan AKRAB ini diharapkan dapat menjadi momentum munculnya solusi di tengah kasus yang sedang terjadi di kalangan civitas akademika UNESA. Dengan komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang kuat antara pimpinan universitas, direktorat terkait, dan para dosen muda, diharapkan sinergi yang lebih baik dapat terwujud.
Langkah proaktif UNESA melalui PPIS ini menjadi contoh baik bagi perguruan tinggi lain dalam mengelola isu dan potensi konflik di lingkungan kampus. Dengan pendekatan yang humanis dan sistemik, UNESA berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan serta pelanggaran etika.
#DPPIS #akrab #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2026 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Share It On: