PKM Pendidikan Adminsitrasi Perkantoran UNESA: melalui workshop, Guru SMK Diajak Bertransformasi Digital dengan Arsip Digital dan Project-Based Learning
kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya - Sebanyak 120 guru anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMK se-Jawa Timur mengikuti workshop intensif selama dua hari (12-13 Juli 2025) di Hotel Bisanta Bidakara, Tunjungan, Surabaya. Acara ini difokuskan pada dua hal utama: pengarsipan digital dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning/PjBL) sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan SMK di era digital.
Materi workshop pertama membahas pentingnya arsip digital dari Fitriana Rahmawati, S.Pd., M.Pd sebagai solusi penyimpanan dokumen yang aman dari risiko bencana seperti kebakaran, banjir, atau kehilangan data. Peserta diajak mempraktikkan penggunaan Dropbox sebagai platform penyimpanan awan (cloud storage). Meski beberapa guru sempat mengalami kesulitan teknis saat mengaksesnya, hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk memahami sistem ini.
"Ini langkah penting untuk meminimalisir kerugian akibat dokumen fisik yang rusak. Dengan arsip digital, data tetap bisa diakses kapan pun dan di mana pun," jelas Brillian Rosy, S.Pd., M.Pd., Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) FEB UNESAi.
Materi kedua workshop diisi dengan pelatihan pembelajaran berbasis proyek dari Triesninda Pahlevi, S.Pd, M.Pd, yang dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing. Tujuannya agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
"Guru akan dibekali proyek-proyek praktis yang bisa langsung diterapkan di kelas. Misalnya, simulasi manajemen perkantoran digital atau layanan bisnis berbasis teknologi," tambah Brillian Rosy.
Acara ini juga menjadi ajang sinergi antara MGMP Manajemen Bisnis dan Layanan Perkantoran (MBLP) Jawa Timur dengan Prodi S1 PAP UNESA. Yusuf, Ketua MGMP MBLP Jatim, menekankan pentingnya pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dalam kurikulum SMK.
"Deep learning harus dibumikan dalam pembelajaran. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami dan menerapkan ilmu secara mendalam. Ini akan berdampak besar pada kualitas lulusan SMK di Jawa Timur," ujarnya.
Melalui penandatanganan kerjasama antara UNESA dengan MGMP MBLP provinsi Jawa Timur, Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan kampus seperti UNESA terus berlanjut untuk menciptakan solusi inovatif dalam pendidikan.
Workshop ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menjadi awal dari program pengabdian masyarakat dan penelitian bersama antara UNESA dan MGMP. Kedepan, diharapkan muncul lebih banyak inovasi pembelajaran yang mempersiapkan siswa SMK menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.
Dengan semangat kolaborasi dan adaptasi teknologi, workshop ini menjadi bukti kesiapan dunia pendidikan vokasi di Jawa Timur untuk menjawab tantangan masa depan.
#MGMPJatim #ArsipDigital #ProjectBasedLearning #UNESA #SMKBisaHebat #SivitasAkademika #RumahParaJuara #2025 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Penulis : Nando Pudjo
Share It On: