Inovasi Mahasiswa Unesa Raih Juara 2 Lomba Microteaching Digital Nasional
kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya - Inovasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tiga anggota UKM Broadcasting Unesa-Salsabilah Claudia Larasati (FISIPOL), Dera Rahayu Adiningtyas (FIP), dan Firginius Pieter Sawu (FIP), bersama Muhammad Fauzan Adiansyah dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) berhasil meraih Juara 2 Lomba Microteaching Digital 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis UNM. Dalam ajang ini, salah satu perwakilan tim Unesa - Tim Pertama menampilkan rancangan pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang memadukan kreativitas media digital dengan pendekatan pedagogis.
Mengusung materi “Sistem Pencernaan Manusia”, tim ini menghadirkan pengalaman belajar interaktif melalui visualisasi tiga dimensi. Peserta didik dapat melihat organ pencernaan muncul secara nyata melalui gawai, membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
“Melalui AR, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan bagi siswa sekolah dasar,” ujar Firginus, Ketua Tim Pertama yang merancang konsep media pembelajaran tersebut.
Kolaborasi lintas fakultas antara FIP dan FISIPOL UNESA menjadi kekuatan utama tim ini. Firginus (FIP) dan Fauzan berperan dalam pengembangan media dan produksi digital, sementara Dede (FIP) memberikan kontribusi pada aspek pendidikan dan desain pembelajaran, sedangkan Salsa (FISIPOL) bertanggung jawab pada penyampaian media pembelajaran di Sekolah Dasar.
Menurut Dede, ide utama mereka berangkat dari kebutuhan menghadirkan pembelajaran yang kontekstual. “Sistem pencernaan kami pilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Melalui AR, siswa tidak hanya melihat gambar, tapi bisa berinteraksi langsung dengan objek visualnya,” tuturnya.
Uji coba microteaching yang dilakukan di SDN Babatan 1 Surabaya menunjukkan respons positif. Siswa tampak antusias saat bereksperimen dengan tampilan tiga dimensi organ pencernaan yang muncul melalui perangkat mereka.
Sementara itu, Muhammad Fauzan Adiansyah menuturkan, “Media AR kami rancang agar peserta didik dapat belajar melalui pengalaman langsung bukan sekadar melihat gambar, tetapi seolah berada di dalam proses pembelajaran itu sendiri,” ungkapnya.
Tahap final lomba dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan penilaian berdasarkan aspek inovasi, pedagogi, dan penerapan teknologi. Setelah melalui seleksi ketat dan presentasi ide, tim Unesa berhasil menempati posisi kedua nasional, mengungguli berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Salsa, ketua UKM Broadcasting, menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti media kreatif juga dapat berkecimpung dalam bidang pendidikan. “Sebagai Sivitas Akademika, kami ingin menunjukkan bahwa anggota UKM Broadcasting tidak harus hanya fokus pada produksi media, tapi juga mampu berinovasi di bidang lainnya,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi UKM Broadcasting UNESA untuk terus mengembangkan potensi anggotanya dalam bidang kreatif dan edukatif. Melalui kolaborasi ini, Tim Pertama berharap inovasi pembelajaran berbasis teknologi seperti AR dapat diterapkan lebih luas di lingkungan pendidikan.
***
#Juara2Microteaching2025 #PrestasiNasionalUNESA #LombaMicroteachingUNM #JuaraNasionalUNESA #CivitasAkademika #RumahParaJuara #2025 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Penulis: Dede Rahayu AdiningtyasShare It On: