Kenali Dirimu Sendiri! Tips Mengembangkan Potensi Sebagai Mahasiswa baru
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya - Masa perkuliahan adalah masa dimana kita sedang dalam proses mencari jati diri. Akan ada banyak rintangan yang akan kita hadapi, entah itu eksternal maupun internal. Sebagai mahasiswa baru, atau yang lebih dikenal dengan maba, perlu menyadari betapa pentingnya hal ini terutama di masa awal perkuliahan.
Kenapa sih mengenali diri sendiri itu penting untuk maba? Coba bayangkan pergi ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi, tentunya kita akan tersesat jika tidak ada peta. Peta disini ibarat diri kita sendiri, bila tidak “dibaca” dengan benar, maka kita akan kehilangan arah. Jadi, penting sekali untuk memahami berbagai macam aspek dalam diri kita.
Di era modern yang berkembang dengan pesat, setiap individu perlu mengenali dirinya sendiri. Sekarang muncul istilah FOMO (Fear Of Missing Out) dimana orang-orang merasa untuk harus ikut suatu tren yang sedang terjadi hanya karena takut tertinggal oleh yang lain. Fenomena ini, jika mengarah ke hal yang negatif patut untuk dihindari karena dapat mengganggu kestabilan emosi dan mental. Selain itu, FOMO juga dapat menghambat proses pengenalan diri sendiri yang mana itu adalah hal paling krusial untuk maba dalam mengembangkan potensinya.
Tentu, setiap maba memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang langsung aktif dalam kegiatan organisasi, ada juga yang hanya fokus pada pelajaran kuliah. Namun, ada satu hal yang pasti, yaitu setiap maba membawa potensi unik yang bisa dikembangkan selama menjalani perkuliahan. Lalu bagaimana cara mengenali dan mengasah potensi itu agar tidak terbuang percuma?
1. Mengenali Minat dan Bakat Sejak Awal
Langkah pertama dalam mengembangkan diri adalah berani jujur pada minat dan bakat yang dimiliki. Tidak sedikit maba yang bingung karena terbiasa mengikuti arus. Padahal, kesempatan di kampus begitu luas. Mengenali diri sendiri bisa dimulai dengan refleksi sederhana, seperti, apa yang membuatmu bersemangat, kegiatan apa yang terasa menyenangkan, dan di bidang apa kamu merasa terampil.
2. Berani Keluar dari Zona Nyaman
Kehidupan kampus identik dengan peluang. Ada organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga komunitas kecil yang menampung berbagai minat. Untuk mengembangkan potensi, maba perlu berani mencoba hal baru, bahkan di luar kebiasaan.
3. Manfaatkan Peluang Digital
Generasi sekarang, yang tumbuh bersama teknologi, punya keunggulan dalam bidang digital. Banyak maba yang diam-diam sudah aktif sebagai content creator, penulis blog, atau bahkan belajar coding sejak SMA. Kampus bisa menjadi ruang untuk memperkuat potensi ini.
4. Belajar dari Kegagalan
Mengembangkan potensi tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita kalah lomba, tidak terpilih dalam kepanitiaan, atau gagal mencapai target. Namun, pengalaman itulah yang membentuk karakter. Kegagalan bukan akhir, melainkan proses belajar yang sangat berharga.
5. Cari Mentor dan Komunitas Pendukung
Potensi maba akan lebih cepat berkembang jika mendapat arahan dari orang atau kelompok yang tepat, seperti dosen, senior, teman sebaya, dan komunitas. Ketika berada di lingkungan yang positif dan mendukung, semangat untuk berkembang akan semakin kuat.
Menjadi maba adalah fase penuh peluang. Dengan mengenali diri sendiri dan mengasahnya dengan baik, setiap potensi bisa tumbuh dengan maksimal. Perlu diingat juga, tidak ada kata terlalu cepat atau terlalu terlambat untuk mulai berkembang. Jadi, jangan takut untuk memulai! Siapa tahu langkah kecil hari ini bisa menjadi fondasi bagi kesuksesan besar di masa depan.
***
#Bakat #Mahasiswa #SivitasAkademika #RumahParaJuara #2025 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Penulis : Shofwah Aisyah Aurelia Arisky
Editor : Nando Pudjo
Share It On: