Punya Circle Yang Baik, Kuliah Jadi Lebih Asyik!
Kecemedia.unesa.ac.id, Surabaya - Berangkat, masuk kelas, pulang, ulangi. Seperti itulah rutinitas mahasiswa pada umumnya ketika menjalani perkuliahan. Itu pun belum termasuk dengan banyaknya tugas atau ujian yang akan mendatang. Kesibukan adalah hal yang wajar ketika berkuliah. Jenuh? Tentunya sudah pasti. Meski begitu, ada salah satu faktor yang bisa bikin kita lebih bersemangat untuk menjalani kuliah.
Lingkungan kampus termasuk lingkungan yang multikultural dimana berbagai ragam ras, suku, budaya, etnis dan latar belakang berdampingan satu sama lain. Berbeda dengan masa ketika sekolah, kesempatan untuk membangun koneksi menjadi lebih luas dan mudah dengan berkuliah. Sebagai makhluk sosial, kita tentunya butuh sebuah kelompok yang dapat menerima kita, sebagai support system kita. Kuliah akan terasa monoton tanpa adanya seorang teman.
Circle atau lingkaran pertemanan adalah hubungan sekelompok teman yang memiliki prinsip, karakteristik dan minat yang sama. Memiliki sebuah circle yang sefrekuensi dapat berpengaruh banyak dalam aspek kehidupan seorang mahasiswa, mulai dari mood, pola pikir, dan tingkah laku (Husein, 2021). Perlu diingat bahwa memilih circle mana yang baik dan buruk untuk kita itu juga penting. Bukan untuk membeda-bedakan teman, namun agar terhindar dari hal negatif yang dapat memperburuk performa kuliah. Circle pertemanan yang sehat dan berkualitas dapat memotivasi kita untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berikut cara agar dapat circle yang solid dan awet di perkuliahan!
1. Tentukan Boundaries atau Batasan
Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mengetahui sejauh mana sih kamu nyaman dengan sesuatu. Setiap hubungan, baik itu romantis maupun platonis perlu memiliki suatu batasan tertentu. Ini bertujuan agar orang tahu bagaimana cara menghargai privasi dan kebutuhan masing-masing.
2. Quality Over Quantity
Circle yang solid tidak selalu berisi banyak orang. Lebih baik punya segelintir teman yang benar-benar peduli, daripada berteman dengan banyak orang tapi hanya sebatas kenal saja. Pertemanan yang berkualitas ditandai dengan adanya rasa aman untuk berbagi cerita, saling mendukung, dan minim drama.
3. Jangan Menjadi Beban
Seorang teman yang baik pastinya akan membantu dengan senang hati. Namun, kita juga jangan selalu menuntut dan bergantung pada teman. Contohnya seperti, catatan kuliah, tugas, titip absen atau masalah pribadi. Usahakan juga untuk mandiri, sehingga keberadaanmu bukan beban, melainkan memberi energi positif
4. Bangun Kepercayaan
Kepercayaan adalah fondasi circle yang solid. Kalau ada teman curhat, simpan baik-baik rahasianya. Jangan bicarakan diluar circle. Dengan begitu, semua anggota merasa aman untuk terbuka tanpa takut dihakimi atau disebarkan
5. Komunikasi Adalah Kunci
Banyak circle pecah karena miscommunication. Kalau ada masalah kecil, sebaiknya segera bicarakan baik-baik, jangan dipendam sampai meledak. Selain itu, komunikasi juga berarti rajin menjaga hubungan, seperti sekadar menanyakan kabar, mengingatkan tugas, atau ajak nongkrong bareng.
Circle yang solid dan awet di perkuliahan bukanlah soal siapa yang paling sering bersama, tapi tentang bagaimana hubungan itu memberi rasa nyaman, saling percaya, dan ruang untuk berkembang. Pertemanan akan bertahan jika ada keseimbangan antara memberi dan menerima, serta adanya rasa peduli yang tulus. Pada akhirnya, circle yang sehat adalah yang bisa menjadi tempat pulang saat lelah, sekaligus dorongan untuk terus maju selama masa kuliah.
Referensi
Abadi, H. L. (2021). Pengaruh “Circle” Pertemanan Dalam Kehidupan Sosial Remaja.
***
#KuliahAsik #TemanBaik #SivitasAkademika #RumahParaJuara #2025 #WorldClassUniversity #UNESASatulangkahdidepan #BersamaBisaBekerjaSama #IndonesiaEmas2045 #UnityinDiversity
Penulis : Shofwah Aisyah Aurelia Arisky
Editor : Nando Pudjo
Share It On: